Rabu, 18 Februari 2015

Daftar Lengkap Kode Error Device Manager pada Windows

Daftar Lengkap Kode Error Device Manager pada Windows. Kode error Device Manager merupakan sebuah kode kesalahan khusus yang digunakan untuk membantu pengguna komputer mengatasi permasalahan dengan hardware komputer yang disampaikan melalui Device Manager.
Kesalahan dalam Device Manager tersebut dapat disebabkan karena mengalami masalah pada driver hardware, konflik sumber daya sistem, atau masalah hardware lainnya.


Berikut daftar lengkap Kode Error Device Manager pada Windows :

code-error

No. Kode Kesalahan Pesan Kesalahan
1. Code 1 This device is not configured correctly
2. Code 3 The driver for this device might be corrupted, or your system may be running low on memory or other resources
3. Code 10 This device cannot start
4. Code 12 This device cannot find enough free resources that it can use. If you want to use this device, you will need to disable one of the other devices on this system
5. Code 14 This device cannot work properly until you restart your computer
6. Code 16 Windows cannot identify all the resources this device uses
7. Code 18 Reinstall the drivers for this device
8. Code 19 Windows cannot start this hardware device because its configuration information (in the registry) is incomplete or damaged. To fix this problem you should uninstall and then reinstall the hardware device
9. Code 21 Windows is removing this device
10. Code 22 This device is disabled
11. Code 24 This device is not present, is not working properly, or does not have all its drivers installed
12. Code 28 The drivers for this device are not installed
13. Code 29 This device is disabled because the firmware of the device did not give it the required resources
14. Code 31 This device is not working properly because Windows cannot load the drivers required for this device
15. Code 32 A driver (service) for this device has been disabled. An alternate driver may be providing this functionality
16. Code 33 Windows cannot determine which resources are required for this device
17. Code 34 Windows cannot determine the settings for this device. Consult the documentation that came with this device and use the Resource tab to set the configuration
18. Code 35 Your computer’s system firmware does not include enough information to properly configure and use this device. To use this device, contact your computer manufacturer to obtain a firmware or BIOS update
19. Code 36 This device is requesting a PCI interrupt but is configured for an ISA interrupt (or vice versa). Please use the computer’s system setup program to reconfigure the interrupt for this device
20. Code 37 Windows cannot initialize the device driver for this hardware
21. Code 38 Windows cannot load the device driver for this hardware because a previous instance of the device driver is still in memory
22. Code 39 Windows cannot load the device driver for this hardware. The driver may be corrupted or missing
23. Code 40 Windows cannot access this hardware because its service key information in the registry is missing or recorded incorrectly
24. Code 41 Windows successfully loaded the device driver for this hardware but cannot find the hardware device
25. Code 42 Windows cannot load the device driver for this hardware because there is a duplicate device already running in the system
26. Code 43 Windows has stopped this device because it has reported problems
27. Code 44 An application or service has shut down this hardware device
28. Code 45 Currently, this hardware device is not connected to the computer
29. Code 46 Windows cannot gain access to this hardware device because the operating system is in the process of shutting down
30. Code 47 Windows cannot use this hardware device because it has been prepared for safe removal, but it has not been removed from the computer
31. Code 48 The software for this device has been blocked from starting because it is known to have problems with Windows. Contact the hardware vendor for a new driver
32. Code 49 Windows cannot start new hardware devices because the system hive is too large (exceeds the Registry Size Limit)
33. Code 52 Windows cannot verify the digital signature for the drivers required for this device. A recent hardware or software change might have installed a file that is signed incorrectly or damaged, or that might be malicious software from an unknown source
Dari daftar kode diatas, kita bisa melihat permasalahan yang terjadi, sehingga kita bisa menyelesaikan permasalahannya.


Read more: Daftar Lengkap Kode Error Device Manager pada Windows | Belajar Komputer - Tutorial Teknisi Komputer - Download CD Interaktif
Under Creative Commons License: Attribution Share Alike

Cara Membuat Partisi pada Flash Disk

Tahukah anda bahwa sebuah Flash Disk bisa dibuat banyak partisi layaknya sebuah Hard Disk ? Secara Default Windows memang tidak mengijinkan pengguna untuk membuat partisi pada removable media seperti Flash Disk. Menyimpan data pada partisi terpisah jauh lebih aman dibandingkan hanya menyimpan pada satu partisi saja. Karena jika satu partisi rusak, tidak akan mengganggu partisi yang lainnya. Untuk itu bisa dilakukan juga pada Flash Disk.
Untuk melakukan itu kita membutuhkan sedikit perubahan pada Flash Disk dari Removable Disk menjadi Fixed Disk dengan bantuan freeware Lexar BootIt. Proses kerja dari software ini sangat mudah. Berikut langkah-langkahnya :

1. Download Lexar BootIt . Lalu extrack filenya.
2. Jalankan file, kemudian pilih alamat USB Drive dari daftar Devices, contohnya drive I:. Kemudian klik tombol Flip Removable Bit. Tunggu sampai proses selesai. Lalu eject dan masukkan kembali Flash Disk.



3. Jalankan Disk Management Utility dengan cara Klik RUN, lalu ketikkan diskmgmt.msc dan tekan ENTER / OK.
4. Klik kanan pada Flash Disk, lalu pilih Delete Partition.
5. Klik Kanan lagi pada Flash Disk, dan pilih New Partition…. Kemudian ikuti wizardnya. Dan jangan lupa diformat agar Flash Disk bisa digunakan.


Read more: Cara Membuat Partisi pada Flash Disk | Belajar Komputer - Tutorial Teknisi Komputer - Download CD Interaktif
Under Creative Commons License: Attribution Share Alike

Membuat Jaringan Wi-Fi Pribadi Dengan Windows 7

Wi-fi

Jaringan Wi-Fi atau Wireless Fidelity adalah jaringan yang terbentuk dari perangkat Wireless Router, yang gunanya sama seperti kabel LAN tetapi ini tidak membutuhkan kabel alias menggunakan sinyal. Untuk perangkatnya sendiri sudah pasti susah untuk membangun sebuah jaringan Wi-Fi tersebut. Mulai dari konfigurasi wireless router, antena, atau kabel LAN penghubung antar wireless router dan antena. Biayanya pun cukup menguras kantong.
Tapi, tahukah anda sekarang ada alternatifnya? Untungnya Microsoft telah membuat sistem pembuatan jaringan Wi-Fi yang berbasis Ad-hoc, yang jika pada biasanya berbasis Infrastruktur jika menggunakan antena pemancar. Untuk membuatnya sendiri tidak terlalu susah. Dengan berbekal laptop atau komputer dengan perangkat wirelessnya, maka terciptalah sebuah jaringan Wi-Fi pribadi.

Ok tanpa panjang lebar saya akan menjelaskan tahap pembuatannya.
1. Jika anda menggunakan komputer, maka pastikan perangkat wireless sudah terinstall dengan benar dan drivernya. Jika anda menggunakan laptop pastikan wirelessnya dalam keadaan hidup.
2. Klik start kemudian control panel.
3. Buka Network and Sharing Center.
4. Jika sudah terbuka, maka perhatikan panel sebelah kiri anda, klik Manage wireless networks.
5. Pada sisi tengah klik Add. Kemudian klik Create an ad hoc nerwork.
6. Klik next, dan pada kolom isian Network name isi dengan nama jaringan wi-fi anda , security type pilih antara  WPA-2 jika anda ingin membuat password jaringan wi-fi anda atau No authentication jika anda ingin membuat jaringan anda menjadi bebas password. Kemudian pada security key isi password jaringan anda.
7. Beri checklist pada Save this network agar anda tidak perlu membuatnya lagi.
8. Klik next, tunggu sebentar, jika anda punya jaringan internet pada komputer anda maka ada pilihan pengaktifan Internet Sharing untuk membagikan internet anda dengan jaringan wi-fi tersebut. Klik saja pilihan tersebut jika anda ingin berbagi internet anda,  atau close jika tidak.
9. Jaringan yang anda buat tersebut dengan menggunakan laptop yang berwireless atau komputer wi-fi yang lain.
10. Jika sesudahnya anda melakukan shutdown atau restart maka otomatis jaringan tersebut ikut mati dan jaringan wi-fi anda tidak otomatis aktif. Klik saja gambar komputer dibawah samping kanan. klik nama jaringan wi-fi anda kemudian connect, pastikan statusnya waiting for users.
Selamat sampai saat ini anda telah membuat jaringan wi-fi sederhana. Perlu diingat jaraknya hanya 30 kaki.

Cara Melakukan Sharing Printer pada Windows 7


Salah satu manfaat dari jaringan yang bisa kita rasakan adalah  Printer. Dengan melakukan sharing printer kita dapat menggunakan 1 (satu) printer secara bersamaan. Sehingga akan menghemat biaya. Sebelum melakukannya sobat belajarpc harus sudah memahami dan melakukan Cara Mengaktifkan File dan Printer Sharing pada Windows 7. Jika sudah, kita dapat memulai Cara Melakukan Sharing Printer padaWindows 7.


Setting pada Komputer Server (Tempat dimana printer diinstalkan)Install Driver Printer pada Komputer Server.
  1. Klik Start > Device and Printers
  2. Klik kanan pada printer yang akan di share
  3. Pilih “Printer Properties”
    printer-properties
  4. Pilih tab “Sharing” dan Centang pada opsi “Share this printer
    share-this-printer
  5. Lalu tekan Tombol OK.
Setting pada Komputer Client
  1. Untuk melakukan instalasi printer pada komputer client, pastikan langkah diatas sudah dilakukan dengan benar. Dan juga pastikan printer sudah dalam keadaan “ON”.
  2. Kemudian klik Start > Device and Printers
  3. Pada jendela Device and Printers, klik “Add a printer” dimenu bagian atas.
    add-printer
  4. Pilih Add network, wireless, or Bluetooth printer, lalu klik Next.
    add-printer-wizard
  5. Tunggu sampai daftar printer muncul dalam jendela pencarian. Jika sudah pilih salah satu dari printer yang ingin diinstallkan.
    add-printer-wizard-02
  6. Langkah berikutnya, Klik “Next”, Lakukan Print Test Page, jika tidak perlu, klik “Next” saja dan “Finish”.
Selesai Sudah Cara Melakukan Sharing Printer pada Windows 7.

Instalasi Windows 2003 Server

Langkah-langkah untuk instalasi system operasi pada PC server akan dijelaskan sebagai berikut :
1. Masukan master CD Windows Server 2003 ke dalam CD-ROM anda, kemudian restart komputer anda. (Pastikan setting boot ordernya sudah pada CD-ROM)
2. Komputer akan melakukan proses Booting melalui CD-ROM anda yang telah berisi CD master Windows Server 2003.
3. Tekan tombol Enter. Maka akan tampil seperti tampak pada gambar di bawah ini.
install-windows-2003-1

4. Sesaat kemudian Windows Server 2003 akan menampilkan tampilan selamat datang seperti terlihat pada gambar di bawah ini.
install-windows-2003-2
Gambar Tampilan Selamat Datang
5. Tekan tombol Enter untuk Setup Windows Server 2003. Maka akan keluar tampilan Windows Licencing Agreement.
install-windows-2003-3
Gambar Windows licensing aggreement
6. Klik tombol F8 jika ingin melanjutkan instalasi Windows Server 2003. Selanjutnya tekan tombol Enter untuk mulai meng-instal Windows Server 2003.
install-windows-2003-4
Dalam pembagian partisi, kita dapat mengikuti petunjuk yang telah disediakan oleh Windows. Untuk Membuat partisi, kita menekan tombol C, kemudian tentukan besarnya ruang hard disk yang diinginkan. Ketik angka, misalnya 1000, berarti kita membuat partisi tersebut sebesar 1000 Mb atau 1 Gb.
Ulangi langkah-langkah diatas untuk membuat partisi yang lainnya.
7. Windows Server 2003 akan meminta untuk melakukan format terhadap Hard Disk / Partisi yang akan digunakan pada proses Instalasi Windows Server 2003. Jika anda memilih Partisi C sebagai tempat instalasi windows, arahkan posisi ke partisi C, lalu tekan enter untuk melanjutkannya.
Setelah itu pilih file system yang ingin digunakan. Secara Umum terdiri dari dua jenis, yaitu : NTFS dan FAT.
install-windows-2003-5
Gambar Pemilihan file system
8. Windows Server 2003 akan mem-format Hrd Disk / Partisi Hard Disk yang akan digunakan untuk Instalasi.
install-windows-2003-6
Gambar Proses format partisi
9. Setelah proses format Hard Disk / Partisi Hard Disk selesai dilakukan, maka Windows Server 2003 akan mengkopi seluruh file-file instalasi yang dibutuhkan selama proses Instalasi Windows Server 2003.
install-windows-2003-7
Gambar Proses copy file
10. Setelah proses pengkopian seluruh file-file instalasi yang dibutuhkan selama proses Instalasi Windows Server 2003 selesai, maka windows mulai untuk proses instalasinya seperti terlihat pada gambar di bawah ini.
install-windows-2003-8
Gambar Proses instalasi windows
11. Windows Server 2003 akan menampilkan jendela pengaturan Regional and Language Options seperti terlihat pada gambar di bawah.
install-windows-2003-9
Gambar Regional and language options
12. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela Personalized Your Software. Masukkan sesuai dengan Nama dan Organisasi yang sesuai dengan lisensi anda.
install-windows-2003-10
Gambar Personalize your software
13. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela Your Product Key. Masukkan 25 digit key produk yang anda punya.
install-windows-2003-11
Gambar Pengisian product key
14. Setelah itu masukan Licencing Modes klik tombol Next. Pada tahapan ini kita dapat memilih 2 opsi, yaitu Per server dan Per Device (seat). Nah anda pilih yang mana ?
Jika kita berbicara tentang Lisensi Resmi tentu saja hal ini sangat berpengaruh. Jika pilihannya adalah per server, kita memiliki jumlah 1 lisensi untuk berapa pengguna. Jika anda mengisi angka 100 CAL, berarti 1 lisensi yang kita miliki hanya boleh dan bisa diakses oleh 100 user dalam waktu yang bersamaan. CAL atau Client Access License adalah lisensi untuk mendapatkan keabsahan mengakses ke server oleh setiap user atau device yang terhubung ke server.
Sebaliknya, jika anda memilih per Device, berarti setiap server yang kita punya memiliki lisensi tersendiri.
install-windows-2003-12
Gambar Licensing modes
15. Masukan Nama Komputer dan Password Administrator dari Windows Server 2003. Kemudian klik tombol Next. Nama Komputer tidak boleh diisi sembarangan, karena akan terkait dengan proses konfigurasi yang lainnya.
install-windows-2003-13
Gambar Pengisian computer name dan password administrator
16. Masukan Tanggal dan Waktu komputer yang akan di-install Windows Server 2003, kemudian klik tombol Next.
install-windows-2003-14
Gambar Pengaturan date and time
17. Windows Server 2003 akan menampilkan jendela Networking Setting. Jika tidak akan melakukan seting-an standar yang diberikan oleh Windows Server 2003 (Default) saat ini, klik tombol Next.
install-windows-2003-15
Gambar Pengaturan jaringan
18. Tunggu beberapa saat, windows akan melakukan proses konfigurasi.
19. Windows Server 2003 telah selesai di Install, langkah berikutnya login ke dalam komputer tersebut dengan menekan tombol keyboard CTRL + Alt + Delete.
20. Masukan User name dan password administartor, kemudian klik tombol OK.